Powered By Blogger

Kamis, 18 November 2010

AL-QUR'AN MENGATUR, MUSLIMIN TAKKAN MENYERAH

Napoleon adalah seorang politikus dunia yang jenius, yang memikirkan keadaan kaum muslimin. Dia bertanya, “Di mana markas orang-orang Islam?” Orang-orang lantas menyebut Mesir. Maka, dia pun bergerak menuju Mesir, di Bantu seorang penerjemah Arab.

            Sesampainya di sana, dia masuk ke perpustakaan salah satu kota bersama sang penerjemah. Dia berkata kepada si penerjemah, “Bacalah salah satu di antara buku-buku ini.”

            Dia pun mengambil salah satu di antara buku-buku yang ada. Setelah dibuka, ternyata buku yang diambilnya itu adalah al-Quran dan halaman pertama (yang dibukanya) adalah ayat berikut yang menarik perhatiannya:

“Sesungguhnya al-Quran ini memberi (manusia) petunjuk

kepada jalan yang paling lurus.”
Si penerjemah membacakan ayat tersebut kepada Napoleon dan menerjemahkannya. (tak lama setelah itu), Napoleon keluar dari perpustakaan dan memikirkan ayat tersebut dari malam hingga pagi. Keesokan harinya, setelah terjaga dari tidur, dia kembali ke perpustakaan dan meminta penerjemahnay membacakan lagi kitab yang telah dibacanya. Si penerjemah membuka al-Quran kemudian menerjemahkannya. Napoleon kembali ke tempatnya (semula). Malam harinya, dia tenggelam dalam lamunannya.
Hari ketiga, dia kembali ke perpustakaan. Atas permintaan Napoleon, si penerjemah kembali membacakan beberapa ayat serta menerjemahkannya. Setelah itu, dia keluar dari perpustakaan.

Napoleon bertanya, “Milik umat manakah kitab ini?”

Si penerjemah menjawab, “Kitab ini milik orang-orang Islam, dan mereka berkeyakinan bahwa kitab ini ‘al-Quran’, yang telah diturunkan dari langit kepada mereka.”

Napoleon lantas mengucapkan dua rangkaian kata; yang pertama menguntungkan dan yang kedua membahayakan kaum muslimin. Adapun kata-kata yang menguntungkan itu adalah, “Apa yang dapat saya simpulkan dari kitab ini adalah bahwa seandainya kaum muslimin menjalankan undanng-undang dari kitab yang kompherensif  ini, niscaya mereka tidak akan terhina.”

Sementara kata-kata yang membahayakan kaum muslimin adalah, “Selama al-Quran ini mengatur kaum muslimin, mereka takkan menyerah kepada kita, kecuali apabila kita pisahkan mereka dari al-Quran.”






'Kisah-kisah al-Quran'

MENGENALI POTENSI DIRI

Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Nah kalo pengin tau potensi diri anda, coba deh ikuti tipsnya:

Kenali diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.

Tentukan tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.

Kenali motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.

Hilangkan negative thinking
Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap.

Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
Kini anda sudah tau kan cara mengetahui potensi diri anda? Ingat, potensi anda adalah kekuatan anda untuk menggapai sukses. So, mulai sekarang ketahuilah dan galilah potensi diri anda. Semoga sukses..!



-: Sarikata.com :-